Indikator yang paling sempurna untuk mengukur prestasi perekonomian suatu negara

Indikator yang paling sempurna untuk mengukur prestasi perekonomian suatu negara

Indikator yang paling sempurna untuk mengukur prestasi perekonomian suatu negara

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

KLIK> LIHAT KUNCI JAWABAN

 

Jawaban

Indikator ekonomi adalah statistik yang mencerminkan aktivitas dan kondisi ekonomi dari waktu ke waktu. Statistik-statistik tersebut digunakan untuk menilai, mengukur, dan mengevaluasi kondisi kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Indikator umum antara lain produk domestik bruto, tingkat pengangguran, inflasi, suku bunga dan nilai tukar.

 

Pembahasan

  1. Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto (PDB) dianggap sebagai indikator utama kinerja ekonomi makro. PDB nominal menunjukkan ukuran ekonomi dari sebuah negara. Sementara itu, perubahan dalam PDB riil merepresentasikan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

 

Satu-satunya negara yang tidak menggunakan PDB sebagai ukuran ekonomi adalah Kerajaan Bhutan. Negara ini menggunakan indeks Kebahagiaan Nasional Bruto (Gross National Happiness index) sebagai alternatif.

 

Sebagai catatan, PDB bukan ukuran ekonomi yang sempurna. Misalnya, statistik ini tidak mencakup transaksi non-pasar seperti transaksi ekonomi bawah tanah (underground economy) dan transaksi barter. Selain itu, PDB juga tidak memberitahu kita apakah ada peningkatan kualitas produk dalam perekonomian ataukah tidak.

Baca Juga:  sebuah balok memiliki panjang 12 cm lebar 8 cm dan tinggi 3 cm serta berat sebesar 30 n

 

Selanjutnya, rilis data PDB juga relatif lama yakni tiga bulan sekali. Oleh karena itu, untuk membuat keputusan tepat waktu; investor, misalnya, lebih senang menggunakan indikator ekonomi alternatif yang dirilis lebih cepat.

 

  1. Inflasi

Inflasi merupakan indikator utama bagi analis keuangan, karena pengaruhnya yang signifikan terhadap kinerja perusahaan dan aset. Inflasi mengikis nilai nominal suatu aset, yang mana mengarah ke tingkat diskonto yang lebih tinggi. Berdasarkan prinsip dasar nilai waktu dari uang (time value of money), itu berarti bahwa arus kas masa depan dari aset tersebut bernilai lebih rendah.

 

Inflasi juga menjadi jangkar dalam pengambilan keputusan moneter. Bank Indonesia misalnya, mendasarkan kebijakan moneternya untuk mencapai sasaran inflasi tertentu. Kerangka ini dikenal dengan Inflation Targeting Framework.

 

Untuk mengukur inflasi, salah satu indikator yang paling banyak digunakan adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK adalah perubahan harga sekeranjang barang yang dibeli konsumen, relatif terhadap tahun dasar.

Baca Juga:  Perubahan fisika yang terjadi pada proses kimia dapat diamati dari perubahan

 

Biasanya, otoritas moneter fokus pada inflasi inti daripada inflasi secara keseluruhan. Inflasi inti tidak mencakup barang-barang dengan volatilitas harga yang tinggi, misalnya energi dan produk terkait makanan. Sehingga, menghapus dua item tersebut memberikan ukuran IHK yang lebih stabil.

 

  1. Suku bunga kebijakan

Suku bunga kebijakan adalah salah satu aspek kebijakan terpenting dari bank sentral untuk melaksanakan kebijakan moneter dan memberikan kontrol yang signifikan terhadap perekonomian suatu negara. Di Indonesia, suku bunga yang paling banyak dimonitor di dunia adalah suku bunga BI 7-Day Repo Rate.

 

Suku bunga diawasi ketat oleh investor karena implikasinya yang besar terhadap pasar keuangan dan ekonomi. Perubahan suku bunga kebijakan dapat menunjukkan arah ekonomi. Indikator ini juga mempengaruhi biaya pinjaman dan pengembalian atas tabungan, dan merupakan komponen penting dari pengembalian banyak investasi.

Baca Juga:  Langkah pertama dalam melakukan tolakan pada lompat kangkang adalah

 

  1. Nilai tukar

Nilai tukar adalah harga satu mata uang terhadap mata uang lain. Untuk negara dengan perekonomian terbuka, nilai tukar adalah variabel ekonomi penting. Pergerakan dalam nilai tukar mempengaruhi keputusan individu, bisnis, dan pemerintah.

 

Nilai tukar penting bagi perekonomian Indonesia karena mempengaruhi perdagangan dan aliran keuangan antara Indonesia dan negara-negara lain. Nilai tukar juga mempengaruhi bagaimana Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter.

 

  1. Tingkat pengangguran

Tingkat pengangguran didefinisikan sebagai jumlah orang yang menganggur, yang dinyatakan sebagai persentase dari total angkatan kerja. Data pengangguran sering digunakan sebagai ukuran untuk menunjukkan kesehatan suatu perekonomian.

 

Biasanya tingkat pengangguran secara bertahap menurun selama ekspansi ekonomi. Tetapi, angka tersebut meningkat secara drastis jika ekonomi memasuki resesi.

 

Data pengangguran juga bertindak sebagai salah satu faktor untuk mengukur sentimen investor atau tingkat kepercayaan konsumen dalam suatu ekonomi. Sentimen investor umumnya berkorelasi dengan jumlah pekerjaan yang ditambahkan selama periode tertentu.

 

Sumber: cerdasco.com