Peserta tolak peluru mendapat diskualifikasi jika

Peserta tolak peluru mendapat diskualifikasi jika

Peserta tolak peluru mendapat diskualifikasi jika

 

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

KLIK> LIHAT KUNCI JAWABAN

 

Jawaban

Peserta tolak peluru mendapat diskualifikasi jika:

  • Melakukan tolakan, kemudian kaki menginjak batas akhir tolakan.
  • Menyentuh balok batas sebelah atas. Menginjak garis lingkaran lapangan.
  • Meletakkan peluru di bagian dada atau belakang kepala.
  • Membiarkan peluru jatuh di bawah bahu sebelum melakukan tembakan peluru.
  • Memegang ujung papan stop, bagian atas ring besi, dan atau melangkah keluar dari garis lingkaran.
  • Keluar lingkaran sebelum peluru menyentuh tanah (area pendaratan).
  • Dipanggil selama 3 (tiga) menit tapi belum melakukan tolakan.
  • Gagal melakukan tolakan setelah 3 (tiga) kali kesempatan.
Baca Juga:  Jelaskan perbedaan gaya depan dan gaya samping dalam olahraga tolak peluru

 

Pembahasan

Tolak peluru atau shot put merupakan salah satu nomor cabang olahraga atletik kategori lempar.

 

Dikutip dari Modul 10 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (2020) terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pengertian tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong satu alat bundar (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam.

 

Olahraga tolak peluru dilakukan dengan cara menolak atau mendorong, bukan melempar, peluru yang berbentuk bola besi bulat.

Baca Juga:  Sebutkan gerak dominan yang terdapat pada senam ketangkasan

 

Gerakan menolak dalam olahraga tolak peluru dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya.

 

Dalam olahraga tolak peluru terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh atlet. Berikut ini adalah peraturan tolak peluru sesuai standar Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF)

  • Berat peluru untuk atlet putra adalah 7,257 (7,26) kg atau 16 pon dengan diameter 125 mm, sementara untuk atlet putri beratnya adalah 4 kg atau 8,8 pon dengan diameter 103-105 mm.
  • Durasi bagi seorang atlet sejak namanya dipanggil hingga selesai melakukan lontaran dalam area terbatas selama 60 detik.
  • Atlet harus melempar peluru dalam area lingkaran berdiameter sekitar 2,134 meter, dilengkapi papan tumpuan setinggi 10 sentimeter di garis batasnya.
  • Peluru yang dilempar harus jatuh dalam sektor tujuan yang memiliki radius 34,92 derajat dari area lempar, agar tidak mengalami diskualifikasi.
  • Jika peluru jatuh di luar sektor lingkaran dalam pertandingan tolak peluru, maka pertandingan diperbolehkan.
  • Ketika melakukan lemparan, atlet hanya boleh menggunakan satu tangan dengan posisi lebih tinggi dari bahu.
  • Atlet dilarang keluar lingkaran sebelum peluru jatuh ke tanah. Atlet baru bisa meninggalkan lingkaran setelah peluru mendarat di area sasaran.
Baca Juga:  Saat melakukan gerakan kayang terdapat beberapa kesalahan