Mengapa bung hatta dimasukkan sebagai salah satu penggerak dalam sejarah Indonesia

Mengapa bung hatta dimasukkan sebagai salah satu penggerak dalam sejarah Indonesia

Mengapa bung hatta dimasukkan sebagai salah satu penggerak dalam sejarah Indonesia

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

KLIK> LIHAT KUNCI JAWABAN

 

DAFTAR ISI

Jawaban

Bung Hatta dimasukkan sebagai salah satu penggerak dalam sejarah Indonesia karena jasa-jasanya dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia sangat besar. Bung Hatta adalah salah satu kaum intelektual yang berjuang memerdekakan Indonesia tidak lewat peperangan namun lewat politik. Pengaruhnya menggerakkan semangat nasionalisme bangsa ditakuti penjajah sehingga ia sering diasingkan.

Trending:  Perbandingan luas sebuah lingkaran berdiameter 16 cm dengan luas lingkaran berdiameter 8 cm adalah

 

Dengan demikian, Bung Hatta bisa disebutkan bahwa beliau adalah pelaku/penggerak sekaligus saksi sejarah adalah karena ia salah satu tokoh yang aktif berjuang mengupayakan kemerdekaan bangsa sehingga ia bisa disebut sebagai pelaku sejarah sekaligus saksi sebab ia ada dan menyaksikan langsung proses di mana Indonesia berjalan menuju kemerdekannya.

 

Pembahasan

Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta (12 Agustus 1902 – 14 Maret 1980) adalah negarawan dan ekonom Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia pertama. Ia bersama Soekarno memainkan peranan sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Pada 1956, ia mundur dari jabatan wakil presiden.

Trending:  Perwilayahan dilakukan dengan mengelompokkan unsur-unsur yang sama tujuan perwilayahan adalah

 

Hatta dikenal akan komitmennya pada demokrasi. Ia mengeluarkan Maklumat X yang menjadi tonggak awal demokrasi Indonesia. Di bidang ekonomi, pemikiran dan sumbangsihnya terhadap perkembangan koperasi membuat ia dijuluki sebagai Bapak Koperasi.

 

Hatta meninggal pada 1980 dan jenazahnya dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta. Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1986 melalui Keppres nomor 081/TK/1986.[3] Namanya bersanding dengan Soekarno sebagai Dwi-Tunggal dan disematkan pada Bandar Udara Soekarno-Hatta. Di Belanda, namanya diabadikan sebagai nama jalan di kawasan perumahan Zuiderpolder, Haarlem.

Trending:  Apa sajakah yang akan dipelajari dalam sosiologi