Virus mengambil alih fungsi dna bakteri. Tujuan tindakan virus ini adalah

Virus mengambil alih fungsi dna bakteri. Tujuan tindakan virus ini adalah

Virus mengambil alih fungsi dna bakteri. Tujuan tindakan virus ini adalah

A. melipat gandakan bakteri

B. mensintesis protein dan membuat struktur tubuh virus yg baru

C. agar DNA bakteri melakukan replikasi sebgai persiapan pembelahan sel

D. untuk membuat bakteri hancur

E. untuk mengaktifkan inti sel bakteri hingga dapat memproduksi enzim baru

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

KLIK> LIHAT KUNCI JAWABAN

 

Jawaban

Virus mengambil alih fungsi dna bakteri. Tujuan tindakan virus ini adalah mensintesis protein dan membuat struktur tubuh virus yg baru (jawaban B)

 

Pembahasan

Dalam proses replikasi virus, khususnya virus yang menyerang bakteri (disebut bakteriofage atau bacteriophage), terdapat beberapa tahapan yang dilalui. Proses reproduksi virus terdapat dua macam yaitu secara litik dan secara lisogenik.

 

Secara Litik

Secara litik, terjadi ketika sel (bakteri) yang digunakan virus sebagai media inkubasi terlisis (terurai atau pecah) pada masa pembebasan virus-virus baru. Pada fase akhir siklus replikasi, sel yang menjadi inang dalam replikasi virus akan mengalami lisis (mati). Tahapan sederhananya melalui beberapa tahapan yaitu

  1. Penempelan, Yaitu keadaan virus menempel pada sel inang. Misalnya pada virus T, virus menempel dengan dengan struktur seperti cakar yang terletak dibagian ekornya. Pada kasus bakteriofage, virus mulai mengeluarkan enzim yang disebut lisozim yang digunakan untuk melubangi sel inang.
  2. Injeksi, tahapan ini virus mulai melakukan pemasukan materi genetik baik berupa DNA ataupun RNA. Masuknya DNA atau RNA virus ke DNA bakteri didorong oleh tenaga konstraksi dari bagian kapsid atau kepala pada bakteriofage.
  3. Sintesis atau Penggandaan, yaitu asam nukleat virus menggunakan asam nukleat bakteri untuk membentuk bagian-bagian tubuh virus.
  4. Assembling atau Perakitan, bagian-bagian tubuh virus yang terbentuk digabungkan untuk menjadi virus baru yang disebut virion. Virion yang terbentuk dalam satu kali siklus litik sebanyak 100-200 buah.
  5. Pelepasan atau litik, Virus mengeluarkan enzim yang bernama lisozim yang menyebabkan dinding sel luruh dan sel pecah atau lisis.
Baca Juga:  Ukuran gelanggang pencak silat adalah...meter

 

Secara Lisogenik

Secara Lisogenik, siklus ini diberi nama lisogenik karena sel inang pada tahap akhir siklus tidak mengalami kerusakan atau kematian. Sel inang dapat bertahan dan tidak mengalami kerusakan pada akhir siklus karena sel inang mempunyai ketahanan diri terhadap serangan virus. Ketahanan diri sel inang (bakteri) terhadap serangan virus disebut virulensi. Beberapa tahapan adalah sama dengan tahapan pada siklus litik sebagai berikut :

  1. Penempelan, Yaitu keadaan virus menempel pada sel inang. Misalnya pada virus T, virus menempel dengan dengan struktur seperti cakar yang terletak dibagian ekornya
  2. Injeksi, tahapan ini virus mulai melakukan pemasukan materi genetik baik berupa DNA ataupun RNA. Masuknya DNA atau RNA virus ke DNA bakteri didorong oleh tenaga konstraksi dari bagian kapsid atau kepala pada bakteriofage. Dimana virus mulai memasukkan asam nukleat ke dalam sel inang dan melepaskan kapsid sudah tidak digunakan.
  3. Sintesis atau Penggandaan, yaitu asam nukleat virus menggunakan asam nukleat bakteri untuk membentuk bagian-bagian tubuh virus.
  4. Penggabungan, pada tahapan ini DNA atau RNA virus bergabung dengan DNA atau materi genetik dari sel inang. Hal ini akan membentuk DNA rekombinan atau RNA rekombinan tergantung materi genetik yang ada. DNA atau RNA virus yang menempel pada DNA bakteri dan tidak aktif disebut Profage
Baca Juga:  Permukaan sebuah meja berbentuk lingkaran dengan panjang diameter 70cm. Berapa keliling dan luas permukaan mej tersebut?

 

Pembelahan, fase ini DNA atau RNA rekombinan membelah secara bersama sama mengikuti alur hidup sel inang. Namun, pada suatu saat nanti DNA atau RNA virus mampu menjadi aktif dan melengkapi siklusnya menjadi litik. Pembelahan sel bakteri dapat berulang-ulang dalam beberapa generasi dan profage nya juga akan terbagi dalam beberapa generasi.

Baca Juga:  Tantangan horizontal dan vertikal dalam mewujudkan integrasi nasional