Endapan tumbuhan dan hewan yang mati selama jutaan tahun akan membentuk

Endapan tumbuhan dan hewan yang mati selama jutaan tahun akan membentuk

Dalam artikel ini akan membahas dan memberikan jawaban soal endapan tumbuhan dan hewan yang mati selama jutaan tahun akan membentuk

 

Berikut ini pembahasan dan jawaban yang bisa kamu jadikan sebagai referensi.

 

Soal

Endapan tumbuhan dan hewan yang mati selama jutaan tahun akan membentuk

 

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

Jawaban

Endapan tumbuhan dan hewan yang mati selama jutaan tahun akan membentuk batu bara (bahan bakar fosil).

 

Pembahasan

Batubara terbuat dari sisa-sisa tumbuhan purba yang kemudian mengendap selama jutaan tahun dan mengalami proses fortifikasi di bawah pengaruh fisika, kimia, dan geologi. Oleh karena itu, batubara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil.

Baca Juga:  Teori heliosentris yang menyatakan bahwa bumi bulat dan matahari adalah pusat dari tata surya dikemukakan oleh

 

Proses pembentukan batubara sangat kompleks dan memakan waktu jutaan tahun. Secara singkat, ada dua fase proses peleburan yang berlangsung, yaitu:

 

Tahap Diagenetik atau Biokimia dimulai ketika bahan tanaman mengendap hingga terbentuk lignit. Faktor utama yang berperan dalam proses alterasi ini adalah kadar air, tingkat oksidasi, dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan dekomposisi dan pemadatan bahan organik dan pembentukan gambut.

 

Tahap Malihan atau Geokimia, melibatkan proses transformasi dari lignit menjadi bitumen dan akhirnya menjadi antrasit.

Baca Juga:  Dampak apakah yang ditimbulkan dari penggunaan ac dan lemari es

 

Secara lebih rinci, proses pembentukan batubara dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pembusukan, proses dimana tumbuhan mengalami pembusukan (pembusukan) akibat aktivitas bakteri anaerob. Bakteri ini bekerja dalam suasana bebas oksigen dan menghancurkan bagian lunak tanaman seperti selulosa, protoplasma, dan pati
  2. Pengendapan, yaitu proses dimana material halus hasil dekomposisi menumpuk dan mengendap membentuk lapisan gambut. Proses ini biasanya terjadi di lingkungan perairan, seperti rawa.
  3. Dekomposisi, yaitu proses dimana lapisan gambut tersebut di atas akan mengalami perubahan berdasarkan proses biokimia yang berujung pada pelepasan air (H20) dan sebagian akan hilang dalam bentuk karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO ) dan metana (CH4).
  4. Geotektonik, dimana lapisan gambut yang ada akan dikompresi oleh gaya tektonik, kemudian pada tahap selanjutnya akan mengalami perlipatan dan perpatahan. Selain itu, gaya tektonik aktif dapat menyebabkan intrusi/breakout magma, yang akan mengubah batubara kadar rendah menjadi batubara bermutu tinggi. Dengan lingkungan tektonik tertentu, daerah yang terbentuk batubara dapat berubah dari lingkungan perairan menjadi lingkungan terestrial.
  5. Erosi, dimana lapisan batubara yang telah mengalami gaya tektonik terkikis dalam bentuk pengangkatan sehingga permukaan batubara di permukaan terkelupas. Lapisan batubara ini saat ini sedang dieksploitasi
Baca Juga:  Berapa luas seluruh wilayah pulau jawa