Melakukan tolak peluru dengan gaya menghadap sisi samping dari sudut lemparan adalah gaya

Melakukan tolak peluru dengan gaya menghadap sisi samping dari sudut lemparan adalah gaya

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

KLIK> LIHAT KUNCI JAWABAN

 

Jawaban

Melakukan tolak peluru dengan gaya menghadap sisi samping dari sudut lemparan adalah gaya ortodok atau gaya menyamping.

 

Penjelasan

Gaya Tolak Peluru

  1. Gaya ortodoks

Gaya tolak peluru di mana awalan menyamping dari sudut lemparan dinamakan gaya ortodoks atau menyamping.

 

Gerakan awalan secara menyamping ketika melakukan gaya ortodoks dalam tolak peluru membuat sektor tolakan berada pada sisi kiri tubuh pelempar.

Baca Juga:  Ciri-ciri pernapasan dada ketika inspirasi dan ekspirasi adalah

 

Berikut adalah langkah melakukan tolak peluru menggunakan gaya ortodoks:

  • Peluru diletakkan di atas bahu serta menempel di bawah telinga. Lutut kaki kanan ditekuk sementara lutut kaki kiri mengarah lurus ke depan.
  • Ketika melempar kaki kiri bergeser secara cepat ke depan, sembari badan berputar ke kiri sesuai arah tolakan.
  • Peluru ditolakkan dengan sudut 45 derajat.
  • Pelepasan peluru yang benar dari pegangan tangan saat melakukan tolak peluru adalah saat peluru berada pada titik terjauh dari beban dan lengan lurus.
  • Kaki kanan diangkat sedikit bersamaan dengan tolakan. kaki kiri kemudian berpindah lurus ke arah belakang.
Baca Juga:  Bagaimana menyajikan teks deskripsi yang baik

 

  1. Gaya glide atau O’Brien atau Gaya membelakangi

Tolak peluru gaya membelakangi dengan posisi tubuh membelakangi sektor adalah glide atau O’Brien. Dianggap membelakangi karena teknik glide atau disebut juga gaya O’Brien dalam tolak peluru merupakan gaya melempar dengan sikap awalan membelakangi area tolakan.

 

Rangkaian langkah melakukan tolakan peluru menggunakan gaya O’Brien adalah sebagai berikut:

  • Meletakkan peluru pada bagian antara leher, tepatnya dekat dengan dagu.
  • Peluru dipegang pada bagian pangkal jari bukan telapak tangan, dengan ibu jari di bawah peluru Siku mengarah keluar hingga membentuk sudut 45 derajat.
  • Berdiri membelakangi area sasaran lempar, sementara kaki kanan berada di garis batas lingkaran sedangkan kaki kiri condong ke depan Tumpuan tubuh terletak pada kaki kanan dengan lutut menekuk sekitar 75 derajat.
  • Tekukan tersebut membuat tubuh terlihat seperti meluncur ketika melontarkan peluru.
  • Ketika meluncur, kaki kiri kemudian diluruskan sambil memutar pinggul Usai melempar peluru, pergelangan tangan dibalikkan dari posisi ketika memegang peluru.
Baca Juga:  Sejarah gerakan pramuka atau kepanduan di indonesia telah dimulai sejak tahun