Bagaimana cara mencegah cedera saat berolahraga

Bagaimana cara mencegah cedera saat berolahraga

Dalam artikel ini akan membahas dan memberikan jawaban soal Bagaimana cara mencegah cedera saat berolahraga

 

Berikut ini pembahasan dan jawaban yang bisa kamu jadikan sebagai referensi.

 

Soal

Bagaimana cara mencegah cedera saat berolahraga

 

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

Jawaban

Cara mencegah cedera saat berolahraga adalah dengan cara melakukan pemanasan sebelum berolahraga.

 

Pembahasan

Cara Mencegah Cedera Saat Berolahraga

  1. Pastikan Kondisi Tetap Prima

Sebelum mulai berolahraga, pastikan kondisi Anda dalam keadaan sehat. Ini adalah aturan umum yang perlu Anda ketahui untuk pencegahan cedera olahraga. Misalnya, jika Anda berusia di atas 55 tahun, konsultasikan dengan tenaga medis sebelum memulai olahraga. Dengan cara ini, Anda akan yakin bahwa Anda cukup sehat untuk berolahraga. Hal yang sama berlaku untuk pria atau wanita dengan riwayat penyakit jantung/pembuluh darah, stroke, atau diabetes.

Baca Juga:  Prinsip utama ketika mengambil awalan dalam lompat jauh adalah

 

  1. Pilih Jenis Olahraga Yang Tepat

Pencegahan cedera olahraga bisa dimulai dari hal kecil, yaitu memilih jenis olahraga yang tepat. Sebelum latihan, ada baiknya Anda membuat perencanaan dan pelaksanaan yang matang. Pertama, mulailah dengan mencari olahraga atau olahraga yang paling sesuai dengan kemampuan Anda. Misalnya, jika Anda mengalami nyeri sendi, sebaiknya pilih olahraga yang mengurangi stres sendi, seperti berenang dan bersepeda.

 

Sedangkan jika Anda memiliki masalah keseimbangan, sebaiknya berolahraga dengan instruktur/personal trainer menjadi pilihan yang lebih aman. Bila perlu konsultasikan ke dokter, personal trainer, atau teman. Nasihat dari dokter dapat membantu sebelum Anda memulai program terutama jika Anda memiliki kondisi tertentu, seperti penyakit irama jantung atau paru-paru/pembuluh darah.

 

  1. Menggunakan Peralatan yang Benar

Ternyata memilih dan menggunakan peralatan yang tepat memastikan Anda berolahraga dengan aman. Misalnya, jika Anda baru pertama kali mengangkat beban, sesuaikan ukuran berat dengan level ideal agar tidak menimbulkan cedera. Mulai dari level yang sesuai dengan kemampuan Anda saat ini. Begitu juga saat bersepeda atau lari gunakanlah pakaian reflektif agar terlihat oleh pengendara lain. Gunakan pakaian dan sepatu yang sesuai dengan jenis olahraga Anda.

Baca Juga:  Jelaskan unsur-unsur apa saja yang harus dimiliki oleh pesenam atau siswa agar dapat melakukan rangkaian senam lantai dengan baik

 

  1. Pemanasan dan Pendinginan

Aturan dasar untuk olahraga yang aman dengan pemanasan dan pendinginan. Setiap latihan harus dimulai dengan pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan. Pertama, mulailah dengan pemanasan yang membuat aliran darah lancar untuk mengendurkan otot-otot tubuh. Tubuh menjadi lebih siap untuk berolahraga. Pemanasan sederhana yang bisa Anda lakukan, seperti peregangan hamstring, sendi bahu, berjalan di tempat, mengayunkan lengan, dan lain sebagainya.

 

Setelah berolahraga, jangan lupa untuk melakukan pendinginan yang berfungsi mengendurkan otot dan membantu tekanan darah serta suhu tubuh kembali normal. Anda dapat berjalan selama 5 hingga 10 menit setelah berolahraga sebagai cara untuk merilekskan tubuh. Pendinginan penting untuk membuat detak jantung Anda kembali normal.

Baca Juga:  Induk organisasi renang seluruh dunia ialah

 

  1. Memperhatikan Tubuh Anda

Saat berolahraga hindari memaksakan tubuh karena terlalu banyak latihan. Akibatnya, tubuh menjadi lelah dan kelelahan bisa memicu risiko cedera. Perhatikan kondisi tubuh Anda agar persendian tidak pegal akibat berolahraga. Hal ini bisa dihindari dengan berhenti berolahraga terlebih dahulu jika sudah kelelahan berolahraga.

 

  1. Selalu Terhidrasi Saat Berolahraga

Saat berolahraga, terutama saat cuaca panas, usahakan tetap terhidrasi. Dan sebaliknya; Meskipun Anda berolahraga di ruangan ber-AC, tetap usahakan untuk memenuhi kebutuhan minum untuk mencegah dehidrasi. Jika latihan Anda berlangsung lebih dari satu jam atau dengan intensitas tinggi, berikan juga minuman isotonik untuk menggantikan elektrolit yang hilang.

 

  1. Memperhatikan Rasa Sakit

Saat sela-sela olahraga, perhatikan tubuh Anda apakah ada nyeri atau tidak. Jika Anda mengalami nyeri saat melakukan olahraga tertentu, segera hentikan, dan mintalah saran dari ahli atau profesional di bidang tersebut.