Bagaimana konsep pembelajaran paradigma baru

Bagaiamana konsep pembelajaran paradigma baru?

Belajar adalah suatu proses yang semakin berkembang dengan seiring berjalannya waktu. Demikian juga dengan konsep pembelajaran, sekarang ini dikenal dengan konsep pembelajaran paradigma baru yang diharapkan akan bisa lebih baik dari konsep pembelajaran sebelumnya.

 

Bagaimana konsep pembelajaran paradigma baru? Simak penjelasannya berikut ini

 

Konsep Pembelajaran Paradigma Baru

Dilansir dari guru.kemdikbud.go.id, Pembelajaran paradigma baru merupakan pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:  Bagaimana cara anda menumbuhkan dan melatih budi pekerti murid selama ini? Post Test Modul 4

 

Pembelajaran paradigma baru memastikan praktik pembelajaran yang berpusat pada murid, yang mana setiap murid belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya.

 

Pembelajaran paradigma baru dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas (intrakurikuler) dan di luar kelas (kokurikuler dan ekstrakurikuler).

 

Pembelajaran intrakurikuler dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal ini juga memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya.

Baca Juga:  Hubungan antar komponen pembelajaran membentuk pola

 

Pembelajaran kokurikuler berprinsip pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum.

 

Pembelajaran ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai dengan minat murid dan sumber daya satuan pendidik.

 

Prinsip Pembelajaran Paradigma Baru

Dr. Amiruddin, Widyaprada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa setidaknya terdapat 5 prinsip pembelajaran paradigma baru. Prinsip-prinsip ini berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen yaitu:

  1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.
  2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  3. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.
  4. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orangtua dan masyarakat sebagai mitra.
  5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan
Baca Juga:  Instrumen Afektif Dalam Mengukur Tingkat Afektif Siswa Dalam Proses Pembelajaran