Bagaimana ilmu sains digunakan dalam pekerjaan arsitek

Bagaimana ilmu sains digunakan dalam pekerjaan arsitek

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

KLIK> LIHAT KUNCI JAWABAN

 

Jawaban

Arsitek merupakan pekerjaan yang bertugas merancang desain bangunan, misalnya rumah atau gedung. Dalam proses membuat desain, arsitek harus memperhatikan tekanan angina, kondisi tanah, kondisi lingkungan dan kekokohan rangkaian bangunan agar bangunan tersebut tidak mudah roboh. Hal tersebut merupakan penerapan Sains dalam pekerjaan seorang arsitek.

 

Pembahasan

Pengertian Sains

Sains adalah suatu teori hukum dasar alamiah yang telah melalui berbagai proses penelitian yang ketat dan telah terbukti kebenarannya dari suatu hypotesis yang dikemukakan para sainstis mengenai suatu  enomena. Seperti teori “thermal” mengenai udara panas akan selalu lebih ringan dari yang dingin, dan akan bergerak naik atau dari yang bertekanan tinggi ke rendah.

Baca Juga:  Induk organisasi renang seluruh dunia ialah

 

Pengertian Arsitek

Menurut laman Masterclass, arsitek adalah seorang profesional yang bertugas untuk merencanakan dan merancang desain bangunan.

 

Arsitek membuat desain untuk proyek konstruksi baru, perubahan dan pembangunan kembali. Mereka menggunakan pengetahuan konstruksi spesialis dan keterampilan menggambar tingkat tinggi untuk merancang bangunan yang fungsional, aman, berkelanjutan, dan menyenangkan secara estetika.

 

Arsitek tetap terlibat selama proses konstruksi, menyesuaikan rencana mereka sesuai dengan kendala anggaran, faktor lingkungan atau kebutuhan klien

 

Sains Lingkungan (Environmental Control Systems)

  1. Mengakomodasi kekuatan lingkungan alam sekitar dengan lingkungan binaan dan habitat fisik manusia (hunian). Faktor-faktor yang dipandang bermanfaat atau tantangan terhadap lingkup binaan hunian manusia yaitu :
  2. Prilaku dan karakteristik elemen-elemen alam semesta seperti: udara, matahari, dan air di kaji interaksinya untuk kebutuhan manusiadalam lingkup hunian / bangunan.
  3. System bangunan: pengontrolan thermal, pencahayaan, akustik, sirkulasi udara, transportasi vertikal, pengontrolan kebakaran dan penanganan sistim pembuangan.
  4. Prilaku thermal dalam bangunan: analisis/ kalkulasi kebutuhan beban pendinginan (cooling) dan pemanasan (heating), ventilasi alam strategi, strategi aplikasi pendinginan/ pemanasan pasip, aktip dan hibrid, strategi aplikasi pencahayaan alami atau buatan.
Baca Juga:  Bahan Pewarna Yang Disarankan Untuk Dipakai Dalam Produk Makanan Dan Minuman Adalah

 

Sains Bangunan ( Building Sciences )

Dalam sains bangunan hampir semua aspek klimatologi dan ekologi terhadap eksistensinya suatu bangunan lebih dipertimbangkan untuk di studi dan diaplikasikan berbagai system bangunan, antara lain:

Environmental Systems in buildings :

  1. Konservasi energi dalam bangunan (energy conservation in building); mengaplikasikan berbagai teknik tata cahaya alami, teknologi kontrol pencahayaan baik secara pasip/ aktip—photocell.
  2. Kinergi kerja dari solar kolektor dan energi sistem (performance of solar collectors and energy systems); pengaplikasian berbagai kolektor baik untuk air panas maupun listrik tata surya—photovoltaic.
  3. Penggunaan dan pengukuran dengan bangtuan alat lab dan komputer secara model matematika (mathematical model) untuk memprediksi tingkah laku dari: thermal, pencahayaan, dan akustik.
  4. Kriteria kinergi kerja sistim alami dalam bangunan
Baca Juga:  Jelaskan perbedaan peradilan dan pengadilan

 

Construction Systems in buildings :

  1. Sistim dan konservasi berbagai material dalam bangunan untuk pencapaian sinkronisasi antara struktur dan sains.
  2. Desain struktur lanjutan (advanced) untuk : bentuk dan tekniknya.