Seberapa besar peranan bumn dalam perekonomian Indonesia

Seberapa besar peranan bumn dalam perekonomian Indonesia

Seberapa besar peranan bumn dalam perekonomian Indonesia

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

KLIK> LIHAT KUNCI JAWABAN

 

Jawaban

Peranan bumn dalam perekonomian Indonesia sangatlah penting karena BUMN berperan dalam mengembangkan perekonomian bangsa. BUMN memiliki peran sebagai pelaksana pelayanan publik, penyeimbang kekuatan-kekuatan swasta besar, dan membantu pengembangan usaha kecil dan koperasi. BUMN juga merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang signifikan dalam bentuk berbagai jenis pajak, dividen, dan hasil privatisasi.

Baca Juga:  Adu argumen antara kedua belah pihak atau lebih baik itu kelompok atau individu disebut

 

Pembahasan

Pada hakikatnya, BUMN memiliki tujuan untuk membuka dan memperluas lapangan pekerjaan bagi penduduk angka kerja serta mencegah monopoli pihak swasta.

 

Pengertian BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

Mengutip dari situs JDIH BPK, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan, juga merupakan pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian nasional di samping usaha swasta dan koperasi.

Dalam sistem perekonomian Indonesia, BUMN ikut berperan dalam menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan kemakmuran rakyat. Salah satunya ialah BUMN berperan sebagai pelopor atau perintis dalam sektor-sektor usaha yang belum diminati oleh swasta.

Baca Juga:  Tiga suku berikutnya dari pola 2, 3, 5, 8, ... adalah

 

BUMN juga memiliki peran sebagai pelaksana pelayanan publik, penyeimbang kekuatan-kekuatan swasta besar, dan membantu pengembangan usaha kecil dan koperasi. BUMN juga merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang signifikan dalam bentuk berbagai jenis pajak, dividen, dan hasil privatisasi.

 

Fungsi dan Peranan BUMN

  1. Sebagai penyedia barang ekonomis dan jasa yang tidak disedikan oleh swasta.
  2. Merupakan alat pemerintah dalam menata kebijakan perekonomian.
  3. Sebagai pengelola dari cabang-cabang produksi sumber daya alam untuk masyarakat banyak.
  4. Sebagai penyedia layanan dalam kebutuhan masyarakat.
  5. Sebagai penghasil barang dan jasa demi pemenuhan orang banyak
  6. Sebagai pelopor terhadap sektor-sektor usaha yang belum diminati oleh pihak swasta.
  7. Pembuka lapangan kerja.
  8. Penghasil devisa negara.
  9. Pembantu dalam pengembangan usaha kecil koperasi.
  10. Pendorong dalam aktivitas masyarakat terhadap berbagai lapangan usaha.
Baca Juga:  Jelaskan definisi dari pencegahan penyakit