Bagaimana Pelaksanaan Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran Yang Berkesinambungan

Bagaimana Pelaksanaan Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran Yang Berkesinambungan

Bagaimana pelaksanaan prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran yang berkesinambungan, sehingga dapat memenuhi hasil belajar yang diinginkan?

 

Mungkin itu yang banyak ditanyakan guru ketika menerapkan konsep pembelajaran berbasis kurikulum merdeka.

 

Untuk menjawabnya, sebenarnya Anda bisa mencermati penjelasan yang sudah ada di laman guru.kemdikbud.go.id.

 

Namun pada artikel berikut ini akan kami uraikan secara lebih singkat dengan bahasa yang kami usahakan agar lebih mudah dipahami.

 

Dengan demikian, diharapkan nantinya pertanyaan tentang Bagaimana pelaksanaan prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran yang berkesinambungan dapat lebih mudah dipahami.

 

Nah, untuk segera mengetahui penjelasannya dengan membuat alur tujuan pembelajaran yang berkesinambungan, silahkan baca bagian pembahasan pada artikel berikut ini.

 

Pertanyaan

Bagaimana pelaksanaan prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran yang berkesinambungan?

 

Jawaban

Penyusunan alur tujuan pembelajaran harus dilakukan secara berkesinambungan mulai dari alur pembuatan tujuan pembelajaran, capaian yang ingin dicapai secara berurutan dan sistematis, hingga diperolehnya capaian pembelajaran yang ditetapkan untuk setiap mata pelajaran.

 

Pembahasan

Sebagaimana diketahui bahwa dalam kurikulum merdeka, guru dibebaskan untuk menyusun tujuan pembelajaran pada setiap mata pelajaran sesuai dengan kondisinya masing-masing.

 

Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran yang Berkesinambungan

Dari laman www.guru.kemdikbud.go.id disebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah gambaran pencapaian siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, yang terdiri dari 3 aspek kompetensi, yaitu:

  1. Pengetahuan
  2. Ketrampilan
  3. Sikap

 

Pelaksanaan Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran yang Berkesinambungan

Sedangkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang sistematis dan logis dalam suatu fase yang lengkap sesuai urutan pembelajaran dari awal hingga akhir fase.

Baca Juga:  Bu alda akan melakukan tes untuk kemampuan menulis cerpen. Untuk tes tersebut, sebaiknya bu alda menggunakan instrumen asesmen

 

Dengan demikian, ATP berkesinambungan adalah keterkaitan antara tujuan pembelajaran dan merupakan pencapaian yang berurutan, sistematis dan berjenjang untuk memperoleh Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditentukan pada setiap mata pelajaran.

 

Sebagai bagian dari Kurikulum merdeka, guru bebas menyusun ATP berdasarkan kondisi sekolah masing-masing, namun tetap berpedoman pada CP yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran. Kemendikbud memberikan contoh dan pelatihan jika diperlukan baik secara online maupun offline.

  1. Pelaksanaan prinsip penyusunan ATP yang berkesinambungan itu intinya dilakukan secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu.
  2. Dengan demikian, pelaksanaan prinsip penyusunan ATP yang berkesinambungan berdasarkan Panduan Aturan Tujuan Pembelajaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah sebagai berikut:
  3. Melakukan analisis CP untuk mengetahui apa saja yang harus dicapai dalam 3 aspek kompetensi di atas.
  4. Identifikasi kompetensi yang telah dikuasi siswa dari fase sebelumnya.
  5. Analisis elemen atau sub-elemen profil siswa sesuai dengan CP mata pelajaran dalam fase tersebut.
  6. Rumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan identifikasi dan analisis di atas.
  7. Menyusun urutan kegiatan pembelajaran dari hari ke hari.
  8. Menentukan lingkup materi dan materi utama yang akan diberikan dalam fase yang sedang disusun ini.
  9. Menentukan jam belajar yang dibutuhkan.
Baca Juga:  Ibu dan bapak guru, pernahkah gagal membuat murid memahami pelajaran tertentu? bagaimana ceritanya? kira-kira, apa pelajaran yang bisa diambil dari kejadian tersebut?

 

Dengan demikian ada kesinambungan pembelajaran dari fase sebelumnya dengan fase sekarang. CP fase sekarang akan digunakan untuk menyusun ATP berikutnya. Melihat langkah-langkah penyusunan ATP di atas, memang hanya masing-masing guru yang bersangkutan yang tahu bagaimana menuntaskan CP dengan kondisi yang dimiliki siswanya pada saat itu.