Sebutkan empat gerak spesifik gerakan akhir menolak peluru

Sebutkan empat gerak spesifik gerakan akhir menolak peluru

Sebutkan empat gerak spesifik gerakan akhir menolak peluru

 

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

Jawaban

Empat gerak spesifik gerakan akhir menolak peluru

  1. Gerakan kaki kanan ke depan menggantikan kaki kiri sehingga tumpuan berpindah pada kaki kanan.
  2. Badan condong ke arah depan.
  3. Kaki kiri tergantung rileks di belakang badan dengan posisi lutut tertekuk.
  4. Pandangan ke arah tolakan.

 

Pembahasan

Cara Melakukan Olahraga Tolak Peluru

Nah, bagi kamu yang hendak berkenalan dengan olahraga tolak peluru. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk melakukan tolakan peluru:

  1. Posisi tubuh berdiri tegak menyamping ke arah tolakan
  2. Kedua kaki dibuka dengan kaki kiri lurus ke depan dan kaki kanan ditekuk agak ke depan hingga serong ke samping kanan
  3. Posisikan berat badan di bagian kaki kanan dan bentuk badan supaya lebih condong ke samping kanan
  4. Tangan kanan memegang dan menyangga peluru pada bahu atau pundak
  5. Siku pada tangan kiri dengan ditekuk taruh di depan hingga membentuk posisi sedikit serong ke atas dan melemas
  6. Tangan kiri sendiri memiliki fungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan
  7. Pandangan pelempar dapat diarahkan ke area tolakan sebelum melakukan lemparan
  8. Dorong tangan kiri ke depan kekuatan penuh sehingga memunculkan tolakan pada peluru yang dipegang
  9. Pada saat melakukan tolakkan peluru, kaki kanan yang berposisi di belakang dapat diangkat untuk memperbesar kekuatan tolakan
Baca Juga:  Arah pandangan mata saat awal melakukan servis forehand pada permainan tenis meja adalah

 

Teknik Dasar dalam Olahraga Tolak Peluru

Dalam olahraga tolak peluru, prinsip utama yang harus dipahami oleh para pelempar adalah melakukan tolakan atau dorongan terhadap bola logam dengan hanya mengandalkan kekuatan satu tangan. Salah satu cabang olahraga atletik ini bertujuan untuk menghasilkan tolakan atau dorongan bola logam dengan jarak sejauh mungkin dari posisi awal atau garis start.

Baca Juga:  Permainan bola volly diciptakan pada tahun

 

Berikut ini adalah beberapa teknik dasar yang harus dipahami, antara lain yakni:

  1. Bola logam dapat ditempatkan pada bagian pangkal jari, bukan telapak tangan. Lebarkan jari-jari tangan sedikit, selanjutnya gunakan ibu jari untuk menahan bola logam agar tidak terjatuh.
  2. Berikutnya, posisikan bola logam antara kepala dan bahu, tepat pada bagian bawah rahang.
  3. Sembari menahan bola logam, pelempar dapat memastikan untuk menjaga kondisi siku lengan tetap tinggi dan tampak lurus dengan bahu.
  4. Posisikan tubuh menyamping dengan posisi bahu tangan yang bebas dari bola logam mengarah ke area pendaratan.
  5. Buka kedua kaki membentuk kuda-kuda lurus dan tekuk kaki yang berada jauh dari area pendaratan, hal itu akan secara otomatis membuat tubuh condong ke belakang.
  6. Putar pinggul sehingga berhadapan dengan arah yang berlawan dari area pendaratan.
  7. Pada saat bersiap melakukan tolakan, pelempar dapat mendorong dengan kaki belakang dan putar pinggul sehingga tubuh menghadap ke area pendaratan.
  8. Buka agak lebar lengan yang memegang bola logam menghadap ke depan dengan sudut 45 derajat sembari berusaha melakukan dorongan bola logam dengan sekuat tenaga.
  9. Pada saat melakukan tolakan atau lemparan, tambahkan juga dengan dorongan pergelangan tangan mirip seperti gerakan menembak bola basket.
Baca Juga:  Pada tolak peluru peluru tidak dilempar tetapi titik-titik oleh tangan

 

Sumber: Gramedia.com